Materi Biologi dan Kumpulan Soal Biologi

Klasifikasi Makhluk Hidup | Pengelompokan Organisme


Klasifikasi Makhluh Hidup sangat penting, karena di dunia ini ada ribuan hingga jutaan spesies makhluk hidup. Baik yang uniseluler maupun multiseluler. Terkadang antara spesies yang satu dan yag lain memiliki ciri marfologi dan fisiologi hampir sama tapi memiliki struktur jaringan yang berbeda. Begitu pula sebaliknya. Sehingga agar lebih mudah mempelajarinya, maka spesies-spesies tersebut di pilah dan di kelompokan dalam suatu sistem yang kemudian di kenal dengan istilah Klasifikasi Makhluk Hidup.

Pengertian dan Definisi Klasifikasi Makhluk Hidup

Klasifikasi Makhluk Hidup di definisikan sebagai suatu cara / kegiatan pengelompokan dan pengkategorian makhluk hidup atau organisme baik yang masih hidup ataupun yang sudah punah dalam satu golongan atau unit tertentu berdasarkan banyaknya persamaan yang di miliki oleh organisme itu dengan yang lainnya. Makhluk hdup yang masih hidup hingga saat ini contohnya: ayam, anjing, kucing, mangga, dan masih banyak lagi. Sementara yang organisme yang sudah punah contohny: Dinosaurus, Naga, dll. 

Menurut Ernst Mayr, definisi klasifikasi makhluk hidup adalah kegiatan pengaturan entitas dalam serangkaian kelas hierarkis (tingkatan), di mana kelas-kelas yang terkait pada satu tingkat hierarki di gabungkan secara koprehensif menjadi lebih inklusif di level kelas yang lebih tinggi. Carolus Linnaeus (Carl Von Linne, 1707 -1778) berpendapat bahwa organisme yang memiliki persamaan paling banyak, di golongkan dalam tingkatan yang sama. Berdasarkan pernyataanya itu, lalu Carolun Linnaeeus menciptakan satu sistem klasifikasi menjadi akar dari klasifikasi modern. Cabang Ilmu Biologi yang mempelajari dan membahas tentang klasifikasi makhluk hidup di sebut dengan ilmu taksonomi. Takson adalah istilah untuk menyebut sekelompok organisme yang anggotanya memiliki banyak persamaan.

Tujuan Klasifikasi Makhluk Hidup

Tujuan utama klasifikasi makhluk hidup adalah untuk mempermudah dalam mengenali, mengidentifikasi serta mempelajari makhluk hidup. Seperti kita ketahui, makhluk hidup jumlahnya sangat banyak, baik hewan atau tumbuhan ataupun organisme uniseluler yang tidak kasat mata. Secara umum, organisme atau makhluk hidup di bagi kedalam 2 kelompok besar, yaitu kelompok tanaman dan kelompok hewan. Kedua kelompok ini kemudian di bagi lagi menjadi sub kelompok yang lebih kecil berdasarkan persamaan yang mereka miliki. Pengelompokan ini di mulai dari tingkatan yang lebih kecil menuju tingkatan yang lebih besar. Semaiki kecil tingkatannya, maka semakin banyak persamaan yang di miliki oleh organisme dalam satu kelompok tersebut. 

Selain untuk mempermudah mengenali dan mempelajari makhluk hidup, tujuan klasifikasi makhluk hidup yang lain adalah untuk mengetahui dan menentukan hubungan kekerabatan antara organisme yang satu dengan organisme yang lain. 

Contohnya: Hubungan kekerabatan antara kera dan Simpanse atau gorilla. Ketiga hewan ini penampilannya hampir mirip, tapi jika di teliti dan di amati lebih jauh, ada perbedaan yang sangat mencolok mata. Karena itu ketiga organisme di beri nama berbeda. 

Untuk memberi nama, maka harus di ketahui dulu hubungan kekerabatannya. Karena pemberian nama spesies di awali dengan nama genusnya baru di ikuti nama spesiesnya. Ini adalah tujuan ketiga dari klasifikasi makhluk hidup. 

Tujuan yang lain diantaranya: untuk membedakan satu organisme dengan organisme lain dan menyederhanakan objek studi.

Manfaat Klasifikasi Makhluk Hidup

Setiap kegiatan pasti memiliki manfaat. Klasifikasi makhluk hidup sangat luas cangkupannya begitu pula manfaatnya. Setidaknya ada 3 manfaat yang bisa di dapatkan dari pengelompokan makhluk hidup ini, yaitu:

  • mengetahui jenis-jenis organisme yang ada di muka bumi 
  • mengetahui hubungan kekerabatan antara satu organisme dengan organisme yang lain 
  • memudahkan kita mempelajari dan mengidentifikasi organisme tersebut

Dasar-dasar Klasifikasi Makhluk Hidup

Secara umum, klasifikasi makhluk hidup didasarkan pada 2 hal, yaitu berdasarkan persamaan dan berdasarkan perbedaan. Prisipnya, tidak ada organisme yang sama persis 100%, pasti memiliki sedikit atau banyak persamaan, ataupun sedikit atau banyak perbedaan. Takson di bentuk berdasarkan persamaan dan perbedaan ini dengan cara mengamati setiap jenis organisme secara cermat dan teliti. Setidaknya ada 5 hal yang menjadi dasar kalsifikasi makhluk hidup, yaitu: 

1. Klasifikasi makhluk hidup berdasarkan persamaan yang di milikinya 
Contohnya ayam dan elang. Kedua hewan ini sama-sama memiliki bulu, sayap, dan paruh. Berdasarkan persamaan itu, kedua organisme ini di masukan dalam kelompok keluarga Aves (burung / unggas). Padahal meski sama-sama memiliki sayap dan paruh, tapi keduanya memiliki fungsi yang berbeda.

2. Klasifikasi makhluk hidup berdasarkan perbedaan yang dimilikinya 
Contohnya Ayam dan Elang lagi. Ayam dan Elang sama-sama memiliki paruh. Bedanya, paruh pada ayam di gunakan untuk mematuk biji-bijian karena ayam adalah binatang pemakan biji-bijian, sedangkan paruh elang berfungsi untuk mencabik daging mangsa, karena elang termasuk dalam kelompok binatang pemakan daging. 

3. Klaisfikasi Makhluk hidup berdasarkan ciri marfologi dan ciri anatomi 
Klasifikasi makhluk hidup berdasarkan ciri marfologi dan anatomi maksudnya adalah mengelompokan makhluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan bentuk dan susunan tubuhnya. Contohnya adalah tumbuhan. Secara marfologi beberapa tumbuhan memiliki kesamaan baik seperti bentuk batang, daun, bunga dan lain-lain. Tapi apabila diamati secara seksama, pasti ada perbedaan, sepertii pada susunan penampangnya, ~ada tidaknya kambium, berkas pengangkut, dll.~ 

4. Klasifikasi makhluk hidup berdasarkan ciri Biokimia 
Contohnya: kemampuan menghasilkan Enzim tertentu, jenis protein yang di milikinya ataupun susunan DNAnya. Dari ciri Biokimia dapat ditentukan hubungan kekerabatan antara makhluk hidup yang satu dengan yang lain. 

5. Klaisfikasi makhluk hidup berdasarkan manfaat 
Ada banyak organisme yang bermanfaat bagi manusia. Dengan mengelompokan makhluk hidup berdasarkan manfaatnya, kita bisa menentukan langkah-langkah yang tepat dalam memanfaatkan kelebihan tersebut secara lebih optimal. Contohnya: ayam. Ada ayam yang bermanfaat untuk diambil dagingnya (ayam pedaging) ada pula ayam yang lebih bermanfaat jika diambil telurnya (ayam petelur).

Macam-macam Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup

Upaya pengelompokan makhluk hidup sudah di lakukan sejak zaman sebelum masehi, ketika Aristoletes membagi organisme kedalam dua kelompok, yaitu hewan dan tumbuhan. Lalu seiring dengan berjalannya waktu, ide-ide pun bermunculan dan upaya pengelompokan organisme pun berkembang. Muncullah sistem klasifikasi baru yang di prakarsai oleh ilmuwan-ilmuwan masa kini. Meski begitu, secara umum sistem klasifikasi di di kelompokan menjadi 3 jenis, yaitu: 

1. Sistem klasifikasi buatan. 
Sistem Klasifikasi buatan didasarkan pada persamaan dan perbedaan yang di miliki makhluk hidup secara lebih spesifik. Dasar-dasar klasifikasi buatan di tentukan oleh peneliti sendiri. 

Ilmuwan Yunani, Aristoteles adalah pelopor sistem klasfikasi alami. Awalnya, Aristoteles membagi organisme kedalam dua kelompok besar, yaitu hewan dan tumbuhan. Kemudian hewan dan tumbuhan di bagi lagi kedalam beberapa kelompok atau takson. Taksonomi hewan di bagi berdasarkan habitat dan perilaku dan bentuk tubuh. Sementara takson tumbuhan di bagi berdasarkan ukuran dan struktur. 

2. Sistem klasifikasi alami 
Sistem klasifikasi alami di dasarkan pada persamaan marfologi dan anatomi secara alamiah. Ilmuwan pelopor klasifikasi buatan yang paling terkenal adalah Carolus Linnaeus. Linnaeus berpendapat kalau tidak ada organisme yang sama persis 100% sedikit banyak pasti ada perbedaannya. Dan spesies yang paling banyak memiliki persamaan berarti berkerabat. Semakin banyak banyak persamaan, semakin dekat kekerabatannya. 

Dengan sistem ini, Carolus Linnaeus berhasil mengidentifikasi 10 ribu jenis tanaman dan 4 ribu jenis hewan. Bahkan kemudian, Linnaeus berhasil menemukan sistem penamaan organisme yang unik yang di kenal dengan sistem tatanama binomial. perlu di ketahui, bahwa hingga saat ini, sistem klasifikasi yang paling sering di gunakan adalah sistem klasifikasi buatan Carolus Linnaeus karena selain fleksible, Klasifikasi ini lebih sempurna dari sistem klasifikasi lain yang memiliki banyak kekurangan. 

3. Sistem Klasifikasi Filogenik 
Sistem klasifikasi filogenik adalah sistem klasifikasi makhluk hidup yang di dasarkan pada sistem kekerabatan makhluk hidup. Pedoman dari sistem klasifikasi filogenik ini adalah teori evolusi Charles Darwin. Organisme yang memiliki banyak persamaan berarti masih berkerabat. Yang banyak persamaannya berkerabat dekat, yang banyak perbedaannya berkerabat jauh. Parameter yang di gunakan dalam kalsifikasi filogenik sangat komplek, meliputi persamaan marfologi, anatomi, fisiologi dan perilaku organisme.

Tahap-tahap Proses Klasifikasi Makhluk Hidup

Dalam prose Klasifikasi Makhluk hidup, ada beberapa tahap yang harus di lakukan. Tahap-tahap proses klasifikasi berpedoman pada buku karya carolus Linnaeus yang berjudul Sistem Alam (Systema Naturae, 1758). Tahap-tahap proses klasifikasi menurut buku tersebut antara lain adalah:

  1. Pecandraan atau Identifikasi Makhluk Hidup. Pecandraan adalah proses mengidentifikasi atau mendeskripsikan ciri-ciri suatu makhluk hidup yang akan di klasifikasi. 
  2. Pengelompokan. Organisme di kelompokan berdasarkan ciri-ciri yang sama dan serupa dalam unit-unit yang di sebut Takson.
  3. Pemberian nama takson.

Tingkatan dalam Klasifikasi Makhluk Hidup

Tingkatan tertinggi dalam ilmu taksonomi adalah makhluk hidup lalu di ikuti dengan domain. Namun dalam klasifikasi kedua takson ini jarang di sebutkan. Takson yang paling sering di gunakan dalam klasifikasi ilmiah di mulai dari Kingdom, sehingga kingdom menjadi tingkatan tertinggi dalam klasifikasi. Berikut ini adalah tingkatan-tingkatan yang sering di gunakan dalam klasifikasi ilmiah makhluk hidup. Tingkatan tersebut adalah: 

Kingdom (Kerajaan) 
Dalam klasifikasi Linnaeus, Kingdom menduduki posisi tertinggi. Linnaeus membagi makhluk hidup dalam 2 kingdom, yaitu Tumbuhan dan Hewan. Haeckel punya pendapat lain, dia membagi makhluk hidup dalam 3 kingdom (Prostita, plantae (tumbuhan), dan animalia (hewan) Sistem klasifikasi Haeckel di sebut sistem klasifikasi 3 kingdom, dll 

Fillum / Divisio (Keluarga Besar) 
Fillum istilah untuk menyebut keluarga besar hewan, dan Divisio adalah istilah untuk keluarga besar tumbuhan. Hewan atau tumbuhan dikumpulkan dalam satu fillu jika mereka memiliki persamaan ciri-ciri fisik. Contoh fillum Chordata yang merupakan yang merupakan keluarga besar hewan bertulang belakang. Penamaan fillum atau divisio sangat unik. Khusus untuk divisio nama keluarga besar akan di akhiri dengan kata Phyta / Mycota, contohnya: Pterydophyta, Btyophyta, Basidiomycota, dll. Sementara untuk Fillum, nama keluarga besar biasanya di akhiri dengan -a / es, conthnya: Platyhelminthes, echinodermata, porifera, Annelida, dll. 

Kelas 
Satu unit takson yang berada satu tingkat di bawah di fillum atau divisio. Sekelompok organisme yang memiliki satu ciri yang sama dalam satu fillum /divisi di masukan dalam satu kelas. Pada Tumbuhan hanya ada 2 kelas tumbuhan yang di dasarkan pada keping biji tumbuhan. Yaiu kelas tumbuhan berkeping dua dan tumbuhan berkeping satu. 

Dulu, pada klasifikasi lama, tumbuhan berkeping dua di sebut dengan istilah tumbuhan dikotil dan masuk dalam kelas Dikotiledonae /Dicotyledonae. Sementara tumuhan keping satu di kenal dengan sebutan tumbuhan Monokotil dan memiliki kelas Monokotiledonae / Monocotyledonae. Sementara pada hewan ada banyak kelas, diantaranya: kelas mamalia, amphibi, aves dan reptil. 

Namun dalam sistem klasifikasi yang di gunakan saat ini, istilah monokotil di ganti dengan istilah Liliopsida, sementara dikotil menjadi Magnoliopsida. Namun tidak semua sistem klasifikasi mengganti istilah takson kelasnya. Beberapa masih menggunakan itilah dikotiledonae dan monokotiledonae. 

Ordo (Bangsa) 
Di bawah kelas ada Ordo (bangsa). Beberapa organisme yang memiliki ciri tertentu dalam satu kelas di kelompokan lagi untuk membentuk takson Ordo. Dalam tatanama, nama ordo tumbuhan di beri akhiran ales, sedangkan pada hewan tidak ada aturan khusus. 

Famili (suku / keluarga) 
Sekelompok organisme dalam satu ordo yang memiliki ciri yang sama di kumpulkan dalam satu suku. Dalam tingkatan takson ini, semua organisme yang di kelompokan satu famili memiliki kekerabat yang dekat. Pemberian nama takson famili untuk tumbuhan biasanya di akhiri dengan -aceae, sementara untuk hewan di akhiri dengan idae. Contoh: keluarga kucing (Falidae), keluarga anjing (canidae), keluarga mawar (rosaceae), dll. 

Genus (Marga) 
Genus adalah organisme yang memiliki banyak kesamaan dalam takson famili. Pemberian nama marga berasarkan ciri-ciri khusus dari organisme itu. Penamaan genus pun bisa didasarkan pada keistimewaan atau ciri khusus yang di miliki organisme sekelompok. Ada aturan khusus untuk penulisan nama genus. Yaitu huruf pertama harus menggunakan hurup kapital (besar), dan di tulis dengan miring atau tegak dengan di beri garis bawah. 

Contohnya: Pennisetum  atau Pennisetum

Species (jenis) 
Species merupakan tingkatan takson terendah berupa sekelompok organisme sejenis yang jika si betina dan jantan di kawinkan akan menghasilkan keturunan sejenis pula. Pemberian nama untuk species mempunyai aturan khusus yaitu terdiri dari 2 suku kata. Suku pertama adalah nama genus dan suku kedua baru nama species. Cara penulisannya pun memiliki aturan, yaitu harus di tulis dengan huruf miring atau hurup tegak tapi di garis bawahi. Suku kata pertama harus di awali dengan hurupbesar, tapi suku kata kedua menggunkan hurup kecil. 

Contohnya:  Pennisetum divisum  atau Pennisetum divisum

Mengingat keperluannya, kadang-kadang pada klasifikasi makhluk hidup di antara dua tingkatan terdapat sub-sub, seperti subkingdom, subfilum, subordo, dan subspesies. Demikian pula di bawah kelompok spesies masih ditempatkan kelompok varietas dan di bawah varietas terdapat strain. 

Semua itu di lakukan sesuai kebutuhan. Karena terkadang ada species yang sama tapi memiliki sifat yang berbeda. Semakin ke atas urutan tingkatan klasifikasi, hubungan kekerabatan makhluk hidup semakin jauh, sedangkan semakin ke bawah hubungan kekerabatannya semakin dekat.
Bagikan :
0 Comments for "Klasifikasi Makhluk Hidup | Pengelompokan Organisme"
Loading...
Loading...
Back To Top